RINGKASAN ASBABUN NUZUL
Q.S AL-HASYR : 2
ﮗ ﮘ
ﮙ ﮚ ﮛ
ﮜ ﮝ ﮞ
ﮟ ﮠ ﮡ ﮢﮣ
ﮤ ﮥ ﮦ ﮧﮨ
ﮩ ﮪ ﮫ
ﮬ ﮭ ﮮ
ﮯ ﮰ ﮱ
ﯓ ﯔ ﯕﯖ ﯗ ﯘ
ﯙ ﯚﯛ ﯜ ﯝ
ﯞ ﯟ ﯠ
ﯡ ﯢ ﯣ
ﯤ ﭾ الحشر:
٢
“Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara
ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu
tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa
benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka
Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka
sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka
memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan
orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai
orang-orang yang mempunyai wawasan”.
Menurut
Ibnu Abbas, Mujahid, dan Az Zuhri, asbabun nuzul ayat ini adalah tentang
pengusiran Bani Quroizhah dari kota Madinah. Ayat ini diturunkan berkenaan
dengan mereka. Setelah tiba di Madinah, rasulullah mengadakan perjanjian dan
kesepakatan untuk tidak memerangi mereka dan merekapun tidak memerangi kaum
muslimin. Namun, mereka melakukan pelanggaran yang sudah disepakati, maka Allah
menimpakan siksaNya kepada mereka yang tidak mungkin bisa dihindari yaitu
dengan diusirnya mereka. Mereka dikeluarkan oleh rasulullah dari
benteng-bentengnya yang sangat kuat, tanpa diperkirakan sebelumnya oleh kaum
muslimin.
Mereka sendiri merasa yakin bahwa benteng-benteng tersebut dapat melindungi
mereka dari siksaNya tetapi semuanya itu tidak berguna sama sekali bagi mereka.
Allah SWT mendatangkan sesuatu yang tidak pernah mereka sangka, bahkan tidak
pernah terbesit dalam diri mereka. Rasulullah SAW mengusir dan menyuruh mereka
hengkang dari Madinah. Diantara mereka terdapat satu kelompok yang pergi ke Adzri’at
(daerah dataran tinggi Syam) tanah tempat dihimpunkannya umat manusia dan yang
lainnya pergi ke Khaibar. Mereka diusir dari Madinah dan hanya berhak
membawa apa yang dapat dibawa oleh unta-unta mereka.
(Lubabut Tafsir min Ibni Katsir. Dr.Abdullah bin
Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh. Jilid 9 hal : 351-353)